Selasa, 29 Oktober 2013

Menjahit Som Lapisan Leher Belakang pada Gamis

Ngomongin soal kerah gamis, saya suka membuatnya lebih minimalis, tujuannya untuk mengurangi rasa gerah pada leher dan juga karena bagian ini tidak tampak dari luar yah... dibuatlah sesimpel mungkin. Akan tetapi walau simpel jangan sampai mungurangi kerapihannya makanya ketika dibuat kerah model ini selalu diiringi dengan lapisan leher bagian belakang, hal begini untuk menutupi bila ada sambungan di "tengah belakang" atau permukaan dalam kain yang biasanya lebih kusam dari permukaan luarnya.




Yang ditunjuki adalah lapisan leher belakang, bagian ini bisa terbuka atau tertutup












Saya ingin membuatnya tertutup atau menempel pada badan belakang. Semat pinggiran kurvanya dengan jarum pentul











Siapkan jarum dan benang jahit satu helai saja...













Mulailah menjahit di bagian dekat pundak, masukkan jarum tepat di pinggiran obrasan











Lakukan sebanyak dua kali













Lalu tusukkan jarum sepanjang 1 cm di dalam obrasan












Tusukkan jarum tepat di titik keluar jarum tadi hingga tembus ke kain di bawahnya dan tarik benangnya...












Lalu melangkah lagi 1 cm ke depan menelusuri obrasan












Gambar lebih dekat....
langkah benang tidak akan tampak dari luar karena melangkah di dalam obrasan










Tusukkan kembali di titik keluar benang tembus hingga ke kain badan, tusukkan ini gunanya untuk menempelkan lapisan ke badan belakang











Demikian seterusnya hingga selesai, penampakan hasil jahitannya seperti ini tidak terlihat benangnya bukan?
Ini yang namanya jahitan som tersembunyi, tidak mudah terkait oleh benda lain....








Nampak secara keseluruhan lapisan belakang sudah selesai di jahit som....



Selamat Berkarya.....







Selasa, 15 Oktober 2013

Membuat Kantong Kerut Depan pada Gamis

Kantong model ini serasa manis bila dilihat apalagi ditempelkan di muka gamis tambah manisnya bro...., mau tahu caranya? coba deh yuk kita buat............ lihat saja yuk....tutor di bawah ini




Ini potongan kain untuk kantong bentuknya setengah lingkaran lebih










Jahit jarang dengan mesin jahit di pinggiran kurvanya











Lihat bagian atas ini (bukaan kantong)...tidak dijelujur, biarkan dulu















Lipat dua kali lalu dijahit seperti ini (dua kali lipat ke dalam jahit) didalamnya terbentuk terowongan












Siapkan karet elastis kecil yang salah satu ujungnya disemati peniti,. panjangnya dikira-kira saja asal lebih pendek dari bukaan kantongnya










Masukkan peniti ke dalam lubang dari jahitan bukaan











Terus telusuri terowongan....














Berlanjut....hati-hati dengan ujung belakang karet, bila perlu tahan dengan tangan atau jarum pentul











Semati ujung belakang karet dengan jarum pentul (untuk penahan)













Lanjutkan hingga terowongan habis












Juga setelah peniti keluar ujung depan (awal) disemat jarum (menahan)













Karena panjang karet elastis lebih pendek dari bukaan kantong maka akan terjadi pengerutan pada kain








Kelebihan karet dipotong















Ujung-ujung terowongan dijahit bolak-balik













Lihat jahitan di awal langkah tadi













Akan dikerut sedikit-sedikit













Hingga pinggiran kain melipat ke arah dalam (gunanya membentuk kurva agar mudah dalam proses menjahitnya)











Siapkan badan depan gamis, beri tanda untuk penempatan letak kantong,m gunakan kapur jahit












Letakkan kantong di atasnya aur sedemikian rupa hingga pas dilihat (di sini letak kantong agak miring)











Lipat pinggiran kantong ke arah dalam ikuti garis jahitan, usahakan jahitan tidak nampak dari luar












Lalu semat dengan jarum...












Semat, semat, semat....hingga sekeliling kurva












Jahit dah pingirannya













Kira-kira 2 mm dari garis lipat













Selesai sudah memasang kantong

















Kedua kantong sudah terpasang.....tinggal lanjutkan pembuatan bagian gamis lainnya



Selamat berkarya......









Jumat, 11 Oktober 2013

Mejeng Bersama Mereka......

Sedikit intermezo.....siang itu kepingiiin sekali foto bareng bersama bonek-bonekaku, kesampaian juga.....pas kebetulan ada husband yang mau membidik kameranya
Sebenarnya saya hanya ingin menunjukkan bahwa boneka saya bisa berdiri dan ukuran besarnya seperti apa. Kami berpose di tempat "workshop" di teras belakang rumah, kebetulan dapat cahaya yang terang yah....lumayanlah jadi foto-foto di bawah ini






































 Si kecil pun tidak mau ketinggalan....




























 Maaf..... latar belakangnya sedang berantakan, ga sempat dirapihkan.....maklum tukang.....ngoprek.....tiada hari tanpa "messy"......  : ))



 Selamat berkarya.....








Kamis, 10 Oktober 2013

Membuat Tas Botol Air

Saya atau anak saya bila bepergian suka membawa sebotol air minum, kadang saya berpikir dan ingin melihat botol yang airnya saya teguk itu terlihat funky and keren gitcu.....kenapa ngga yach kalau botolnya saya kasih baju...kayaknya bagus tuh!....Kalian ingin lihat cara saya membuatnya? lihat saja nih tutorial di bawah ini





Ini botol yang suka dibawa, hanya ini bahan botolnya paling keras, saya manfaatkan untuk membawa air minum bila bepergian keluar









Saya ukur tinggimya











Dan juga lebar dasarnya











Saya sarankan untuk memberi kelonggaran sekitar 1-3 cm bagian diameter dasarnya, contoh di sini terukur 6 cm saya tambahkan menjadi 7.5 cm











Potong kain yang ada sesuai ukuran di atas. Selain kain saya juga memotong trikot (busa angin) untuk bahan quilt









Bahan untuk dasar sudah diquilt, sederhana lurus-lurus saja, paling mudah.....












Untuk bagian badan botol, bahan dan busa ditumpuk










Sisakan dari kain bagian atas  untuk tidak diberi busa







 



Buat jahitan quilt seperti ini, mau gaya miring, vertikal, horizontal atau kotak-kotak atau.....bebas...terserahlah...











Badan dan dasar sudah diquilt














Potong kain untuk membuat tali pegangan kira-kira 4 cm  x 12 cm









Lipat 2 kali sisi-sisinya lalu satukan













Lalu jahit seperti ini












Pasang tali di atas kain badan bagian atas semat dengan jarum













Dari kejauhan terlihat seperti ini












Jahit dua ujung talinya













Angkat tali ke arah atas, semat dengan jarum














Jahit lagi seperti ini, tiras ujung tali tertutup jahitan














Tali pegangan sudah terpasang












Lipat badan seperti ini, semat dengan jarum













Jahit pinggirannya dari atas hingga bawah















Obras tirasnya

















Ambil dasar lalu beri keempat tanda tengah













Gabung/pasang di bagian bawah badan













Karena bagian ini agak rumit coba di jahit jelujur  sebagai pengganti jarum pentul








Baru setelah itu dijahit mesin











Tirasnya diobras....












Balikkan kain ke arah bagus dan penampakan dasar seperti ini















Sekarang bagian atas badan, obras pinggirannya








Lipat ke arah dalam semat dengan jarum













Lalu jahit sekeliling pinggiran atasnya, tapi tinggalkan sedikit lubang untuk tempat memasukkan karet











Ukur karet elastis ke dasar botol, tarik sedikit-sedikit tetapi jangan terlalu ketat nanti malah sulit dimasukkan botol










Guting karet dan semati peniti di salah satu ujung karet











Masukkan ujung karet yang ada penitinya











Sedangkan ujung lainnya disematkan ke badan agar tidak ikut masuk ke dalam lubang












Setelah kedua ujung karet bertemu jahit tangan keduanya (benang hitam)












Tampak lebih dekat seperti ini













Tas botol sudah jadi siap dimasuki botol

















Masukkan botol ke dalam tas....

















Siap dibawa ke sekolah....




Selamat berkarya.....